Perbedaan antara Jurnal Nasional, Jurnal SINTA, dan Jurnal Non-SINTA: Panduan Lengkap bagi Penulis Ilmiah

Perbedaan antara Jurnal Nasional, Jurnal SINTA, dan Jurnal Non-SINTA: Panduan Lengkap bagi Penulis Ilmiah

Perbedaan antara Jurnal Nasional, Jurnal SINTA, dan Jurnal Non-SINTA: Panduan Lengkap bagi Penulis Ilmiah

Dalam dunia akademik Indonesia, istilah seperti jurnal nasional, SINTA, dan non-SINTA sering muncul saat membahas publikasi ilmiah. Namun, banyak penulis masih belum benar-benar memahami apa bedanya ketiga jenis jurnal ini, dan bagaimana pengaruhnya terhadap karier akademik maupun pengakuan karya ilmiah.

Artikel ini akan membantu Anda memahami perbedaannya secara menyeluruh — agar Anda bisa memilih tempat publikasi yang paling sesuai dengan kebutuhan riset Anda.


1. Apa Itu Jurnal Nasional?

Editor jurnal nasional membaca naskah penelitian dalam bahasa Indonesia di meja kerja

Jurnal nasional adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan di Indonesia dan ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Inggris.
Kriteria utama jurnal nasional adalah memiliki ISSN, terbit secara berkala, dan dikelola oleh lembaga resmi seperti universitas, asosiasi ilmiah, atau lembaga riset.

Karakteristik jurnal nasional:

  • Diterbitkan di dalam negeri.

  • Memuat artikel hasil penelitian dari penulis Indonesia.

  • Memiliki sistem peer review.

  • Dapat diakses melalui portal nasional seperti Garuda (Garba Rujukan Digital).


2. Apa Itu Jurnal SINTA?

Tampilan situs SINTA Indonesia yang menampilkan daftar jurnal terindeks nasional

SINTA (Science and Technology Index) adalah sistem indeksasi nasional yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk menilai kualitas jurnal ilmiah di Indonesia.

Jurnal yang terindeks SINTA berarti sudah terakreditasi secara resmi, dan peringkatnya dibedakan menjadi enam level:

  • SINTA 1–2: Akreditasi tertinggi, kualitas nasional dan mendekati internasional.

  • SINTA 3–4: Akreditasi menengah, layak untuk publikasi akademik dan kenaikan jabatan fungsional.

  • SINTA 5–6: Akreditasi dasar, jurnal baru yang mulai diakui secara nasional.

Keuntungan publikasi di jurnal SINTA:

  • Diakui untuk keperluan akademik (kenaikan jabatan, akreditasi kampus).

  • Punya reputasi nasional.

  • Kualitas artikel terjamin karena melalui peer review ketat.


3. Apa Itu Jurnal Non-SINTA?

Mahasiswa mengunggah artikel ke portal jurnal non-SINTA melalui laptop

Jurnal Non-SINTA adalah jurnal ilmiah yang belum atau tidak terakreditasi oleh Kemendikbudristek, namun tetap sah dan valid secara ilmiah.
Sebagian besar jurnal Non-SINTA tetap memiliki ISSN, sistem peer review, dan terindeks Google Scholar.

Kategori ini sering dipilih oleh:

  • Penulis pemula yang ingin publikasi cepat.

  • Lembaga pendidikan yang baru membangun rumah jurnal.

  • Peneliti yang ingin fokus pada diseminasi hasil riset, bukan akreditasi formal.

Walaupun tidak terakreditasi, jurnal Non-SINTA tetap berperan penting dalam ekosistem ilmiah Indonesia karena memberikan akses terbuka dan kesempatan publikasi yang lebih inklusif.


4. Perbandingan Singkat antara Ketiganya

Agar lebih mudah memahami perbedaan ketiganya, berikut poin-poin pembeda utamanya:

a. Jurnal Nasional

  • Diterbitkan di Indonesia.

  • Belum tentu terakreditasi SINTA.

  • Terindeks di Garuda atau Google Scholar.

  • Cocok untuk publikasi awal atau diseminasi hasil riset.

b. Jurnal SINTA

  • Sudah terakreditasi oleh Kemendikbudristek.

  • Diberi peringkat SINTA 1 hingga SINTA 6.

  • Proses review ketat dan seleksi tinggi.

  • Diakui secara resmi untuk kepentingan akademik dan karier.

c. Jurnal Non-SINTA

  • Belum terakreditasi secara nasional.

  • Tetap memiliki ISSN dan sistem peer review.

  • Terindeks minimal di Google Scholar.

  • Cocok bagi penulis pemula atau lembaga yang baru membangun jurnal.


5. Mana yang Sebaiknya Anda Pilih?

Penulis memilih antara jurnal nasional, jurnal SINTA, dan jurnal non-SINTA di layar laptop

Pilihan jurnal tergantung pada tujuan publikasi Anda:

  • Jika Anda membutuhkan pengakuan resmi untuk karier akademik → pilih jurnal SINTA.

  • Jika Anda ingin mendiseminasikan hasil penelitian lebih cepat atau baru mulai menulis → jurnal Non-SINTA bisa menjadi pilihan ideal.

  • Jika Anda ingin membangun reputasi nasionaljurnal nasional dengan manajemen yang baik bisa menjadi langkah awal.


Kesimpulan

Memahami perbedaan antara jurnal nasional, SINTA, dan non-SINTA membantu Anda menentukan strategi publikasi yang paling efektif sesuai dengan kebutuhan dan tahap karier akademik Anda.

Namun, bagi banyak penulis, proses memilih jurnal, menyesuaikan format, hingga menghadapi peer review bisa menjadi tantangan tersendiri.

Di sinilah Andalan Publisher hadir sebagai solusi.

Dengan pengalaman dalam pendampingan publikasi ilmiah dan pengelolaan rumah jurnal Non-SINTA, Andalan Publisher siap membantu Anda menerbitkan artikel dengan cepat, profesional, dan tetap terindeks Google Scholar.

Kunjungi andalanpublisher.id untuk mulai publikasi ilmiah Anda bersama tim ahli kami!

0 Comments

Replying to

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *